Program PROTECT sebagai Edukasi Perlindungan Diri terhadap Kekerasan Seksual pada Siswa-siswi SDN 1 Sabah Balau
DOI:
https://doi.org/10.23960/nengahnyappur.v5i1.78Keywords:
Kekerasan Seksual, Sexual Violence, Self-Protection Education, Elementary School Students, PROTECT ProgramAbstract
Kekerasan seksual pada anak masih menjadi persoalan serius di lingkungan sekolah dasar, terutama karena rendahnya pemahaman siswa mengenai batas tubuh dan mekanisme perlindungan diri. Program PROTECT diterapkan di SDN 1 Sabah Balau sebagai upaya preventif untuk meningkatkan literasi perlindungan diri melalui pendekatan edukatif yang interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tindakan partisipatif melalui penyampaian materi, simulasi zona tubuh aman, latihan respon penolakan, diskusi interaktif, serta penyediaan ruang curhat digital sebagai layanan lanjutan. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan interaksi langsung dengan siswa dan guru pendamping. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dalam mengenali bentuk kekerasan seksual, membedakan sentuhan aman dan tidak aman, serta membangun keberanian untuk menolak perilaku yang berpotensi membahayakan. Meskipun penggunaan ruang curhat masih terbatas, temuan ini menunjukkan adanya kesadaran awal terhadap isu kekerasan seksual dan bullying. Secara keseluruhan, Program PROTECT dinilai efektif sebagai intervensi preventif awal, namun keberlanjutan program diperlukan agar dampaknya dapat lebih optimal.




